Touring II

Gunung gede pangrango adalah salah satu gunung yang sudah dijadikan tempat pariwisata di Indonesia. Gunung tersebut cocok sekali bagi anda yang pemula ,jika ingin melakukan hiking. jalurnyapun sudah dibuat dari bebatuan,jadi tidak usah takut untuk tersesat. Selama setahun , jumlah pendaki yang berkunjung ke gunung gede pangrango dperkirakan sebesar 50.000 per tahun.

Tetapi tujuan utama rookies bukanlah hiking ke gunung gede pangrango , melainkan ke air terjun cibeureum atau disebut juga curug. Curug itu seperti air terjun , Cuma ketinggiannya lebih pendek dari air terjun biasa. Estimasi waktu hiking menuju kesana diperkirakan dua jam. Pintu masuk gunung gede pangrango ada tiga , yaitu pintu masuk cibodas , gunung putri dan salabintana. Pintu masuk cibodas merupakan pintu yang popular , karena berdekatan antara bandung dan Jakarta. dan pintu masuk cibodas  juga terkenal untuk kalangan para bule. Yang saya liat , orang korea lah yang paling banyak disana. Saran saya jika kalian sedang liburan di puncak , alangkah baiknya jika kalian berkunjung ke curug. Kami masuk melalui pintu masuk cibodas, karena villa kami hanya berjarak kira – kira 1 kilometer dari sana , jadi kami tinggal berjalan kaki. FYI , sebelum kalian memasuki gerbang masuk , disana terdapat toko untuk perlengkapan hiking. Jikalau anda membutuhkan peralatan hiking , anda bisa berkunjung kesana. Seingat saya namanya AV Tech. Untuk masuk ke kawasan gunung gede pangrango , kalian harus membayar tiket parkir dan masuk sebesar Rp 3000 untuk pejalan kaki dan motor. Maaf untuk harga masuk parkir mobil ,saya lupa :P. setelah anda melewati gerbang , anda akan langsung melihat kios – kios disana. Kebanyakan mereka menjual bahan makanan dan minuman untuk para pendaki gunung. Disana juga dijual pakaian dan juga kelinci.

Setelah anda melewati pasar tersebut , anda harus menuju ke atas untuk membeli tiket masuk ke gunung gede pangrango. Terdapat dua jenis harga , yaitu harga umum dan harga pelajar. Seingat saya, untuk harga tiket masuk umum yang saya keluarkan sebesar Rp 11.000 . tetapi harga tersebut tidak termasuk untuk hiking menuju gunung gede pangrango. Kata penjaga disana , anda harus booking dahulu di website gede pangrango. Setelah itu , anda harus bawa bukti booking tersebut ke balai kantor disana. Untuk hiking , jumlah orang yang  ikut serta  minimal adalah 3 orang. Setelah kami membeli tiket , kamipun langsung jalan menuju curug cibeureum. berati – hatilah karena jalanan terbuat dari batu yang tidak rata dan juga licin. Selama anda berjalan , anda akan melewati kawasan pertama yaitu telaga biru. Disebut telaga biru karena , kadangkala telaga ini tampak seperti lender berwarna hijau-kecoklatan dan pada saat yang bersamaan mengeluarkan warna biru. Hal itu dikarenakan adanya pertumbuhan alga disana. Air telaga biru kaya akan nutrisi ( eutrophic) dan zat mineral lainnya. nutrisi dan mineral tersebut berasal dari pertumbuhan bahan organis dan bebatuan , serta tanah vulkanis yang terlarutkan. disini biasanya para bule suka nongkrong disini. Yang saya perhatikan, sih, mereka suka hunting foto burung di telaga biru. Setelah melewati telaga biru , anda akan langsung menaiki jembatan kayu , yang berarti bahwa anda sudah dekat menuju rawa gayonggong.

Rawa gayonggong merupakan cekungan yang terbentuk dari kawah mati , yang kemudian menampung aliran air yang dari tempat yang lebih tinggi dari erosi tanah. Yang mengakibatkan sedimentasi lumpur untuk media tumbuh berbagai jenis rumput – rumputan , terutama untuk rumput gayonggong. Di papan informasi rawa gayonggong , katanya rawa tersebut merupakan daerah jelajah macan tutul serta berbagai jenis burung. Bersabarlah  untuk berjalan di rawa gayonggong , karena banyak orang yang mengambil foto disini. Pemandangan di rawa gayonggong sangat keren. Di belakangnya terdapat siluet gunung yang membuat mata berdecak kagum , dilapisi dengan kabut beserta awan. Menambah pemandangan rawa gayonggong semakin misterius serta menawan. berhati – hatilah jika anda bersender di tiang besi pembatas jembatan , karena tiang besi tersebut agak licin. Lalu setelah kami berfoto ( pasti donk ) , kamipun terus berjalan sampai ke perduaan , yang disertai dengan pos berbentuk rumah kecil. anda akan melihat tiang papan informasi di tengah perduaan. Informasi tersebut memberitaukan bahwa jika anda mengambil jalan ke kiri , maka anda akan menuju gunung gede dan pangrango dan juga sumber air panas. Sementara jika mengambil arah kanan , maka anda akan menuju curug ciberueum.

  Jpeg

Sesampainya di curug cibeureum , anda akan langsung disuguhi oleh pemandangan air terjun , dengan hempasan rintik – rintik air yang menyegarkan badan. Disini , terdapat tiga air terjun. Air terjun pertama yang akan anda langsung lihat bernama curug ciberem. Air ciberem berasal dari sumber air panas yang berasal dari gunung gede pangrango , jadi diperbolehkan untuk diminum airnya. Jika anda melihat ke kanan, maka anda akan melihat curug yang menjulang lebih tinggi . Curug tersebut bernama curug cidendeng. Berbeda dengan ciberem , air curug cidendeng tidak boleh diminum. Karena air cidendeng mengandung belerang. Dan yang terakhir adalah curug cikundul. Letak posisi curug cikundul terletak di sebelah curug cidendeng. Saya peringatkan ,untuk berhati – hatilah dalam melewati bebatuan cidendeng menuju ke cikundul , karena bebatuannya sangat licin , karena selalu terkena air dari cidendeng. Saya saja sampai jatuh ketika berjalan di bebatuan tersebut. untung saja , saya tidak terluka J . Cikundul sendiripun kurang diketahui oleh pengunjung , karena letaknya yang jauh dan mempunyai ketinggian yang rendah jika dibandingkan dengan ciberem dan cidendeng. Menurut saya, dari ketiga curug tersebut , yang paling bagus adalah curug cidendeng. Yang membuat pemandangan cidendeng menjadi lebih bagus adalah adanya perpaduan antara warna bebatuan di sebelah kiri dan lumut di sebelah kanan , yang dibatasi oleh air curug cidendeng. Untuk melihat semua foto air terjun cibeureum , Silahkan cek instagram saya di berani_travel .  Untuk perjalanan pulang , saya peringatkan sekali lagi untuk  berhati – hatilah berjalan pulang ketika sudah menjelang malam. Alangkah baiknya jika anda membawa senter kecil untuk penerangan atau aplikasi senter smartphone. Dan jangan lupa hal yang paling penting , “jangan tinggalkan apapun kecuali jejak , jangan ambil apapun kecuali gambar , dan jangan petik apapun kecuali kenangan”.

 2014-07-29_15-23-56

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s