Touring I

Apakah anda pernah melakukan touring? Jika iya , kemana ? apakah pengalaman tersebut mengasyikan ?

Kesan pertama saya selama touring adalah , pantat saya sangat pegal sekali. Saya duduk berjam – jam di jok motor vario saya yang kaku. Belum lagi saya menghadapi macet ditambah rasa panasnya matahari dan dinginnya hujan selama perjalanan touring. Well, tapi itulah resiko yang harus dihadapi selama traveling. Walaupun rasa lelah yang begitu sangat melanda dirasakan badan saya, tetapi ada rasa kebanggaan sendiri untuk saya. karena , inilah touring pertama kali yang saya ikuti selama 20 tahun ini. saya tidak pernah naik motor sejauh ini. rekor terjauh saya selama naik motor hanyalah sejauh di senayan saja. Rookies , nama touring teman – teman saya , akan melakukan perjalanan pada hari selasa tanggal 29 juli sampai hari kamis. Tujuan kami adalah menuju air terjun cibeureum , tepatnya di cibodas, puncak.

Selama perjalanan touring dari Jakarta menuju cibodas , banyak kesalahan yang kami buat. Contohnya , kami harus memutar ke arah yang lumayan jauh. Karena pada saat itu banyak sekali jalan yang dipakai untuk sholat berjamaah yang bertepatan dengan hari idul fitri. Lalu beberapa kali kami menerobos lampu merah ( jangan ditiru ). bahkan saya dan beberapa anggota sampai tertahan di lampu merah karena saking macetnya, sementara beberapa anggota lainnya sudah melewati lampu merah.Ada lagi barang bawaan saya , ayam boiler utuh , jatoh terguling dari motor karena ikatannya kurang kencang. Padahal ayam montok tersebut merupakan salah satu lauk yang akan kami makan di villa. Tetapi sayang , ayam tersebut menjadi bau. Bukan karena jatuh dari motor,  melainkan kulkas di villa tersebut mati. Villa yang kami sewa lumayan besar , terdapat taman di bagian depan dan juga di belakang rumah untuk barberque. Hal yang saya suka dari villa ini adalah , terdapat pintu rahasia di belakangnya yang menuju langsung ke perumahan rumah warga. Ketika saya sedang bosan , terkadang saya jalan berkeliling disana. Memang asik jika tinggal di tempat yang masih asri dan tenang. Warga – warga disana juga ramah dan murah senyum. Dan hal yang membuat saya norak adalah , saya baru tau kalau ada kucing di puncak.

Di hari pertama touring, kami menuju telaga warna. Dan lagi lagi anggota touring kamipun nyasar karena ketinggalan jauh dari rombongan. Selama kami menunggu , perut saya tiba – tiba merasa sakit sekali. Akhirnya sayapun ingin membuang-nya di toilet terdekat. Namun , untungnya rasa sakit perut sayapun hilang. Toilet yang saya gunakan membuat saya menjadi claustrophobia ( rasa ketakutan akan tempat sempit ) . luas toiletnya sebesar SATU langkah kaki anak kecil , ditambah lagi tidak ada penerangan dan terdapat banyak sekali laba – laba di langit – langit toilet. Saran saya adalah , lakukanlah “poop” sebelum anda meninggalkan villa , atau jika anda bisa melakukannya di toilet seperti itu , tidak menjadi masalah buat saya. di telaga warna , berhati – hatilah terhadap jalannya karena terbuat dari bebatuan yang tidak rata serta tajam. Untuk masuk kesana , anda harus membayar kurang lebih sebesar Rp 20.000 untuk gerbang masuk dan juga pintu masuk menuju telaga warna. Pemandangan telaga warna seperti mengandung unsur di jaman purbakala. Karena di sekitar danau dikelilingi oleh pohon – pohon beringin yang besar.

28-07-2014 11.00.53

Serta ditutupi oleh kabut putih yang lumayan tebal , yang menambah pemandangan telaga warna semakin misterius untuk ditelusuri. Menurut legenda sekitar, dulu terdapat sebuah kerajaan bernama kutatanggeuhan , yang berlokasi di daerah mega mendung. Kutatanggeuhan berarti kemuning kewangi , yang dipimpin oleh raja swarnalaya . suatu hari , putri raja yang bernama gilang rukmini. Putri tersebut mempunyai keinginan yang sangat besar , yaitu dia ingin agar di setiap rambutnya dihiasi emas dan permata. Rajapun tidak bisa memenuhi keinginan putrinya. Maka , Gilang Rukmini-pun marah dan melemparkan semua perhiasan yang diberikan oleh ayahnya. Pada saat yang bersamaan  , timbullah suatu keajaiban. Bumi-pun bergoncang dan dari permukaan tanah, keluarlah air yang semakin lama semakin banyak dan membentuklah sebuah danau. Akhirnya danau itupun membenamkan seluruh kerajaan kutatanggeuhan beserta semua isinya. Dinamakan telaga warna karna , konon dari dasar telaga memancarkan cahaya berwarna warni yang berasal dari kerajaan kutatanggeuhan.

Ternyata tidak sampai disitu , ternyata telaga warna menyimpan misteri lainnya. Jadi di telaga warna terdapat dua ekor ikan , yang konon katanya masih ada sampai sekarang.  Ikan pertama bernama silayung , yang berwarna merah. Sementara ikan kedua bernama sitihul , dengan berwarna hitam. Kedua ikan ini sangat jarang menampakkan dirinya. Menurut kepercayaan masyarakat, jika ada orang yang mampu melihat ikan tersebut berenang dan melompat ke atas permukaan air telaga , maka segala cita – citanya orang tersebut akan tercapai dan terkabulkan. Dan banyak orang juga percaya , bahwa air dari telaga warna memiliki banyak khasiat dan ampuh untuk melakukan pengobatan. Banyak peziarah yang mengambil air telaga warna untuk dibawa pulang. Setelah puas berfoto – foto , kamipun pulang menuju ke villa dan di malamnya sayapun tidur sambil menggigil kedinginan karena tidak dapat jatah selimut.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s