Independence Day

Apakah anda ingat pengalaman sekolah anda ketika anda sedang upacara?

Selama saya sekolah , saya tidak pernah bertemu satu orang pun yang sangat senang ketika upacara. Menurut saya, upacara merupakan saat dimana kenakalan kita diuji. Kenakalan yang pasti pernah dilakukan antara lain, tidak membawa perlengkapan upacara seperti topi , dasi , ban pinggang , lalu ngobrol bahkan menjahili teman di sekitar anda. waktu yang paling ditunggu pada saat upacara apalagi kalau bukan selesai upacara! Ketika masuk kelas , kita pasti akan berkeluh kesah dengan teman yang senasib. Seperti tentang pegalnya berdiri selama upacara , panasnya sinar matahari , atau cara teman anda yang lolos dari pemeriksaan rambut panjang padahal teman anda rambutnya melewati alis dan kuping. Semakin sial anda selama upacara berlangsung, maka semakin banyak pula topik pembicaraan yang akan membuat anda menjadi lebih akrab terhadap teman anda. doa pertama kami ketika upacara akan dijalankan adalah semoga tiba – tiba datang hujan (bukan mendung). memang terdengar konyol tetapi itu memang kita harapkan! Setelah saya memasuki dunia kampus, terkadang saya merindukan masa – masa sekolah saya terutama dengan upacara. Tiap tahun ke tahun ketika 17 agustus dirayakan , saya hanya bisa menonton upacara di istana negara dari TV tua saya. maka dari itu , saya memutuskan pergi ke kota tua untuk langsung menyaksikan upacara 17 agustus.

Sesampainya disana , saya langsung disuguhkan oleh pemandangan paskibra yang berdiri dengan gagah dan tegap sedang mengaitkan sang saka merah putih. Lagu Indonesia rayapun dikumandangkan dengan bagus oleh Choir mereka diiringi oleh permainan keyboardist yang masih SMA. Posisi baris berbaris paskibra sangatlah rapi dan teratur, hasil latihan mereka selama ini terbayarkan dengan tuntas . para peserta upacara pun beragam. seperti anak sekolahan , para tentara , cici koko Jakarta bahkan pak camat taman sari menghadiri upacara tersebut. Di pagi itu banyak  orang – orang dengan latar belakang yang berbeda yang menonton. Seperti ibu yang menjelaskan tentang upacara kepada si anak, fotografer , bahkan ada beberapa anak alay yang tidak jelas sedang apa disana. Para pesepeda pun yang melintasi kota tua ikut menonton selama upacara berlangsung. Kali ini upacara 17 agustus berbeda dari biasanya karena ada performance dari polisi cilik polsek taman sari.mereka menampilkan beberapa tarian yang menggemaskan serta beberapa anak yang memakai kostum barongsai. Setelah selesai upacara , para polisi cilik akan berjabat tangan denga pak camat. Dasar memang naluri anak – anak , pak camat pun dikerjain oleh mereka. Jadi  ketika polisi cilik selesai berjabat tangan , mereka akan membuat lingkaran lagi untuk menyalami pak camat. Terhitung sebanyak 3 kali mereka melakukannya secara terus menerus. Sekitar jam 10 pagi , para pedagang langsung bersiap – siap untuk berjualan karna selama upacara berlangsung mereka tidak boleh membuka lapaknya. Sayapun pulang dan harus kehilangan Rp 20 ribu karena di bus way kota tua diwajibkan untuk membeli e-ticket. Saya secara pribadi mengucapkan terima kasih yang sedalam – dalamnya untuk pahlawan yang telah berjuang hingga titik darah penghabisan untuk membela bangsa ini. jasa kalian tidak akan pernah saya lupakan. Selamat hari kemerdekaan!

Jpeg

Jpeg

Jpeg

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s